23 Cara Mencegah Diabetes Sejak Dini Paling Efektif
ads
Normalnya, kadar gula darah dalam kisaran yang wajar berada pada
angka-angka tertentu. Setelah kita selesai makan, karbohidrat di dalam
tubuh kita akan dipecah menjadi gula atau glukosa. Selanjutnya glukosa
tersebut akan diserap oleh darah di dalam tubuh kita. Darah akan
mengalirkan glukosa tersebut ke seluruh tubuh untuk menghasilkan energi.
Namun, sebelum menjadi energi, terlebih dahulu glukosa harus melewati
sebuah pintu agar bisa masuk ke sel-sel di tubuh kita. Hormon yang
memiliki peranan untuk membukakan pintu tersebut adalah hormon insulin.
Hormon insulin sendiri dihasilkan oleh pankreas.Adapun kisaran gula darah yang normal adalah:
- Sebelum makan sebesar 70 sampai 130 mg/dl.
- Dua jam setelah makan kurang dari 180 mg/dl.
- Jika tidak makan (puasa) setidaknya selama 8 jam maka kadar gula darah akan kurang dari 100 mg/dl.
- Menjelang kita tidur kadar gula darah sebesar 100 sampai 140 mg/dl.
- Jangan Melupakan Sarapan
Baca : Bahaya melewatkan sarapan
- Aktif Bergerak
Baca : Akibat kurang olahraga – Dampak negatif tidak pernah olahraga
- Makanan Sehat
Asupan nasi, roti tawar, dan juga kentang akan meningkatkan kadar gula dalam darah. Beberapa jenis makanan tersebut mengandung jenis karbohidrat sederhana yang lebih mudah diubah menjadi glukosa di dalam tubuh kita. Akibatnya, mengkonsumsi beberapa jenis makanan tersebut dapat meningkatkan glukosa dalam darah secara drastis. Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat harian Anda, konsumsilah gandum dan juga biji-bijian.
Asupan makanan yang berasal dari gandum utuh seperti oatmeal, sereal, dan roti gandum baik untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Alasannya, beberapa jenis makanan tersebut mengandung jenis karbohidrat kompleks yang sulit untuk diubah menjadi glukosa. Mengkonsumsi beberapa jenis makanan tersebut juga akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama sehingga mencegah anda untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan. Sementara itu, mengkonsumsi biji-bijian terbukti mampu menurunkan resiko untuk terkena penyakit diabetes sebesar 30%.
Baca : Cara menjaga kadar gula darah – Makanan untuk gula darah tinggi – Ciri ciri gula darah tinggi
- Kayu Manis
- Konsumsi Sayuran dan Buah
Baca : Makanan yang mengandung serat tinggi – Akibat kurang serat
- Kedelai
Baca : Akibat kelebihan protein – Makanan yang mengandung protein
- Hindari Minuman yang Manis
- Hindari Stres
Baca : Penyebab stres – Cara mengatasi stres – Makanan sehat untuk menghilangkan stres
- Penuhi Kebutuhan Vitamin D
Baca : Akibat kekurangan vitamin D – Makanan yang mengandung vitamin D
- Tidur Cukup
Baca : Bahaya mandi saat kurang tidur – Efek tidak tidur 3 hari
- Berhenti Merokok
Baca : Bahaya tembakau rokok – Bahaya merokok sehabis makan
- Hindari Obesitas
Baca : Penyebab obesitas – Cara mencegah obesitas
- Hindari Makanan Berlemak
Baca : Makanan yang mengandung lemak jenuh – Bahaya lemak jenuh
Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Diabetes
Diabetes merupakan penyakit yang memberikan ancaman yang serius bagi penderitanya. Dahulu penyakit ini diidentikkan dengan orang-orang yang telah memasuki usia lanjut. Namun, akibat pola hidup yang tidak sehat, penyakit diabetes kini bisa menjangkiti semua kalangan tanpa memandang batas usia. Penyakit diabetes sendiri merupakan penyebab kematian nomor 6 di dunia. Bahkan diperkirakan sebanyak 1,3 juta orang meninggal akibat penyakit ini. 4% di antaranya meninggal sebelum usia 70 tahun. Hal tersebut menunjukkan bahwa kasus diabetes dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Karena itulah, untuk mencegah penyakit tersebut, hendaknya kita melakukan tindakan pencegahan sejak dini. ( Baca : Cara mudah mencegah diabetes sejak dini )Tanpa kita sadari, ternyata banyak aktivitas keseharian kita yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah. Lonjakan kadar gula darah tersebut apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan dampak buruk kepada seseorang, yakni munculnya penyakit diabetes yang sekaligus mampu meningkatkan resiko komplikasi penyakit lainnya. Adapun beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan kadar gula darah adalah:
- Sering Mengabaikan Sarapan
- Kebiasaan Minum Teh Manis
Baca : Bahaya es teh manis – Bahaya minum teh
- Gorengan
Baca : Bahaya mngkonsumsi gorengan – Efek samping makanan yang digoreng
- Kebiasaan Ngemil
Keripik, biskuit, dan juga jenis kue-kue manis lainnya merupakan jenis camilan yang mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serat pangan yang memadai. Beberapa jenis camilan tersebut merupakan jenis asupan dengan indeks glikemik yang tergolong tinggi. Tidak hanya itu saja, beberapa jenis camilan tersebut juga mengandung gula dan tepung yang sangat tinggi. Akibatnya, mengkonsumsi makanan tersebut secara berlebih akan meningkatkan kadar gula darah secara drastis.
- Kurang Istirahat
ads
Kebiasaan begadang akan menyebabkan kualitas dan juga kuantitas tidur
terganggu. Padahal, tidur merupakan aktivitas yang sangat penting untuk
meningkatkan proses regenerasi sel. Tidur juga akan membantu
mengembalikan kebugaran tubuh setelah melakukan aktivitas selama satu
hari penuh. Setidaknya, Anda harus tidur selama 6 sampai 8 jam per hari.Kurang tidur akan menyebabkan gangguan fungsi organ dan juga mengganggu proses metabolisme tubuh. Hasil penelitian yang diungkapkan oleh ilmuwan University of Chicago menyatakan bahwa kurang tidur selama 3 hari dapat menyebabkan kemampuan tubuh untuk mengolah glukosa akan menurun dengan drastis. Dengan kata lain, resiko untuk terkena diabetes juga akan meningkat. Kurang tidur juga akan memicu sejenis hormon di dalam tubuh untuk meningkatkan nafsu makan. Akibatnya, asupan kalori akan meningkat diikuti dengan meningkatnya resiko untuk terkena diabetes dan obesitas.
Baca : Cara meningkatkan metabolisme
- Malas Melakukan Aktivitas Fisik
- Stres Berkepanjangan
- Kebiasaan Merokok
- Kurang Vitamin D
- Kebiasaan Mengkonsumsi Minuman Bersoda
Baca : Bahaya baking soda – Bahaya minuman bersoda
Itulah beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan resiko untuk terkena diabetes. Beberapa kebiasaan di atas mungkin sering Anda lakukan. Bahkan bisa jadi Anda tidak menyadari bahwa hal tersebut dapat menyebabkan penyakit diabetes.
Dampak Negatif Penyakit Diabetes
Meningkatnya kadar gula dalam darah sekaligus akan meningkatkan resiko untuk memiliki penyakit diabetes. Berdasarkan penelitian, penyakit diabetes yang tidak segera ditangani akan menimbulkan dampak negatif dan juga komplikasi terhadap organ-organ di dalam tubuh penderitanya. Berikut beberapa dampak buruk dam juga komplikasi akibat menderita penyakit diabetes:
- Pembuluh darah akan mengalami kerusakan. Hal tersebut sekaligus akan meningkatkan resiko penyakit stroke dan juga penyakit kardiovaskuler lainnya.
- Kadar gula darah yang terlalu tinggi akan meningkatkan resiko kerusakan pembuluh darah arteri yang dapat memicu gangguan pada jantung.
- Tingkat kepadatan tulang akan menurun sehingga resiko untuk terkena osteoporosis juga akan meningkat. ( Baca : Kelainan tulang belakang – Cara mencegah tulang keropos )
- Semakin tinggi kadar gula dalam darah maka semakin berat pula kinerja yang harus dilakukan oleh ginjal. Akibatnya, ginjal akan lebih mudah mengalami kerusakan. ( Baca : Penyebab kadar gula darah di atas 200 )
- Diabetes akan memicu kerusakan pembuluh darah mikro pada mata sehingga resiko gangguan penglihatan akan meningkat. Bahkan diabetes yang parah juga bisa menyebabkan kebutaan.
- Diabetes akan memicu kerusakan saraf (neuropati). Hal itulah yang menyebabkan penderita diabetes sering mengalami kesemutan atau bahkan mati rasa pada kaki atau tangannya. ( Baca : Jenis kelainan saraf – Kesehatan sistem saraf )
- Lebih beresiko untuk mengalami infeksi kulit. Hal tersebut terjadi karena kerusakan jaringan sel kulit pada penderita diabetes tidak mudah disembuhkan. Hal tersebut akan menyebabkan ulkus/gangren yaitu luka yang susah untuk disembuhkan. Pada beberapa kasus, hal tersebut harus diatasi dengan metode amputasi.
- Sistem kekebalan tubuh juga akan mengalami penurunan. Respon tubuh untuk memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan juga akan terganggu. ( Baca : Cara meningkatkan antibodi anak – Cara meningkatkan antibodi )
- Diabetes dapat menyebabkan kemandulan. Hal tersebut terjadi karena diabetes akan menyebabkan disfungsi ereksi pada pria. ( Baca : Makanan untuk kesuburan )
- Kadar gula yang terlalu tinggi akan menyebabkan aliran darah ke otak terganggu. Akibatnya, penderita diabetes akan lebih mudah pikun.
- Salah satu metode penyelesaian untuk mencegah penularan ulkus ke area tubuh yang lain, dokter sering mengambil langkah amputasi. Akibatnya, penderita diabetes akan kehilangan beberapa organ penting pada tubuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar